Harian7 - Tentu dedikasi
dan eksploitasi berlainan maknanya. Dedikasi merupakan sebuah pengorbanan, baik
tenaga, pikiran dan juga waktu demi cita-cita atau keberhasilan suatu usaha
yang mempunyai tujuan mulia. Dedikasi juga dapat diartikan sebagai pengabdian
untuk melaksanakan cita-cita luhur dan diperlukannya sebuah keyakinan yang
teguh. Kesabaran juga menjadi kunci yang sangat penting. Sementara eksploitasi
adalah yang berarti sebagai politik pemanfaatan yang secara sewenang-wenang
atau terlalu berlebihan terhadap sesuatu subjek. Eksploitasi hanya untuk
kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangkan rasa kepatutan, keadilan
serta kompensasi kesejahteraan.
Berdasarkan pengertian diatas tentu
kita dapat membedakannya. Pertanyaannya adalah apakah anda termasuk pada
golongan yang mendapatkan dedikasi atau sebaliknya. Bicara dedikasi dan
eksploitasi, tak terlepas dari kualitas yang kita miliki. Yang memiliki
kualitas baik maka akan diberikan sebuah dedikasi. Itu yang benar. Namun kadang
kita melihat ada kesewenang-wenangan atau penyelewengan dedikasi. Tentu yang
bersalah adalah pelakunya. Kesewenangan tercipta karena adanya rezim kekuasaan
yang tak lazim. Seharusnya Pemberian sebuah dedikasi
tersebut karena apa yang menjadi tujuan telah tercapai dengan baik bukan karena
adanya indikasi. Sangat wajar jika seseorang telah menyelesaikan pekerjaannya
diberikan sebuah dedikasi.
Namun yang kerap terjadi adalah
dedikasi yang terindikasi. Maksud dari dedikasi yang terindikasi adalah adanya
bagi-bagi. Bagi-bagi yang dimaksud tidak seindah di dalam pelajaran anak
Sekolah Dasar. Selanjutnya tentang eksploitasi, ini yang lebih
dahsyat lagi. Sebab di era globalisasi ini tuntutan, tekanan hidup semakin
meningkat. Berbagai kebutuhan meningkat. Mulai dari gaya hidup yang glamor atau
serba mewah menjadikan seseorang harus berpikir bagaimana cara agar semua
kebutuhannya terpenuhi. Tak jarang teknik eksploitasi menjadi pilihan terakhir.
Apakah anda pernah merasa di
eksploitasi? Perasaan tertekan, detak jantung berdebar tak menentu, depresi,
kehilangan kepercayaan diri. Jika anda merasa di eksploitasi maka hal pertama
yang harus dilakukan adalah meyakinkan diri bahwa anda akan menjadi lebih baik.
Melakukan perlawanan secara dingin adalah yang dapat anda lakukan dalam keadaan
yang tertekan.
Berikut ciri ciri anda telah di
eksploitasi secara nyata;
1. Tidak jelasnya TUPOKSI anda;
2. Tidak adanya SOP
yang sesuai;
3. Adanya pemerasan kecil-kecilan;
4. Bekerja tidak mengenal
waktu;
5. Komunikasi satu arah;
6. Jelas kesewenag-wenangan pemimpin;
7. Sering
mengadakan pertemuan sekedar membahas personal bukan pekerjaan;
8. Adanya
perbedaan sosial;
9. Tidak adanya tranparansi transaksi.
Maka jika ini telah terjadi yang
terlahir adalah pembodohan dan kerugian yang mendalam. Dibutuhkan keberanian
untuk merubah keadaan tersebut. Perubahan itu dapat dilakukan dari diri
sendiri. Pertahankan apa yang baik dari diri kita sendiri. Perubahan akan
terjadi jika kita mampu mengendalikan diri dengan baik dan menolak
kesewenang-wenangan itu sendiri. Sudah saatnya kita berdedikasi pada setiap
pekerjaan kita, bukan di eksploitasi. Ayo berubah menjadi lebih baik. Beri
dedikasi bukan eksploitasi.
Selamat membaca semoga bermanfaat.
Selamat membaca semoga bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar