Harian 7 - (Odas, M.Pd.) Untuk bisa bertahan hidup manusia membutuhkan keterampilan. Anak-anak pada umumnya tergolong lebih mudah diajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Beberapa jenis keterampilan bahkan bisa dilakukan sebatas meniru orang dewasa, tanpa perlu diajarkan. Sebaliknya dengan anak berkebutuhan khusus. Ada beberapa anak yang menjadi sulit belajar dari lingkungan atau menjadi sulit mengambil pembelajaran dari lingkungan. Mereka juga tidak memiliki kesempatan yang cukup karena beragam kondisi mereka. Pakar pendidikan khusus Adi D Adinugroho-Horstman Ph.D menjelaskan di Indonesia ada sekitar dua juta anak berkebutuhan khusus usia sekolah. Saat ini, mereka masih anak-anak. Sepuluh tahun lagi mereka akan menjadi orang dewasa. “Orang tua harus menyiapkan anaknya menyongsong masa itu,” ujarnya. Beberapa anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan sosialiasi yang kurang baik. Kemampuan manipulatifnya masih minim. Misalnya, mereka terlalu jujur dan apa adanya. Kepolosan itu dapat membahayakan mereka di kehidupan bermasyarakat. “Memiliki rasa curiga agar tak mudah dibohongi merupakan salah satu bentuk kemampuan manipulatif,” kata Adi. Tanpa adanya kemampuan manipulatif, anak berkebutuhan khusus harus selalu dijaga. Mereka akan menjadi beban bagi keluarga karena tak bisa mandiri beraktivitas di luar rumah. “Jika sudah diajarkan kemampuan manipulatif sejak dini, mereka akan produktif ketika dewasa,” ujar Adi. Anak berkebutuhan khusus sebaiknya mendapatkan pengajaran tentang sosial skill dan life skill sejak dini. Paling tidak, saat anak sudah kelas tiga sekolah dasar. Waktunya dapat disesuaikan bergantung berat atau tidaknya kondisi anak.
Sekolah
Khusus atau yang biasa kita kenal Sekolah Luar Biasa memiliki peran penting
dalam pelayanan pendidikan khususnya bagi anak berkebutuhan khusus sehingga
keberadaannya perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72
Tahun 1991 Tentang Pendidikan Luar Biasa Bab II tujuan pendidikan luar biasa pasal
2 Pendidikan
luar biasa bertujuan membantu peserta didik yang menyandang kelainan fisik
dan/atau mental agar mampu
mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai pribadi maupun
anggota masyarakat dalam
mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam
sekitar serta dapat mengembangkan
kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjutan, kemudian
Pendidikan Luar Biasa yang diejawantahkan dalam institusi pendidikan formal
yaitu sekolah khusus mempunyai salah satu tujuan adalah mempersiapkan anak
didik untuk dapat memiliki keterampilan sebagai bekal untuk memasuki dunia
kerja. Setiap siswa yang mengakhiri pendidikan di sekolah ini diberikan
pembekalan keterampilan, sehingga saat kembali ke masyarakat sudah memiliki
keahlian tersendiri yang nantinya menjadi usaha bagi mereka. Perlengkapan
keterampilan di sekolah juga harus terus dilengkapi. Seperti perbengkelan,
peralatan musik, tataboga, tatabusana, tata kecantikan dan sebagainya.
Untuk memaksimalkan seluruh program
pendidikan keterampilan ini, saat ini masih kekurangan guru keterampilan.
keberadaan guru mulai dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA belum cukup untuk
memberikan pelajaran kepada siswa ditambah lagi beban para guru kelas maupun
guru bidang studi terpaksa juga harus bisa mengajarkan keterampilan. Dengan
demikian saat ini sekolah penyelenggara pendidikan khusus memerlukan tambahan
khusus guru keterampilan yang memberikan pembekalan kepada peserta didik
setelah meninggalkan sekolah tersebut.
Siswa yang dibina di Sekolah Khusus terdiri
dari anak dengan gangguan penglihatan, anak dengan gangguan pendengaran, anak dengan gangguan kecerdasan, anak dengan
gangguan mobilitas dan motorik, anak dengan gangguan emosional dan prilaku. Mereka yang memiliki perbedaan dengan
masyarakat pada umumnya ini, harus memiliki keterampilan tersendiri. Keterampilan
ini yang terus diberikan kepada peserta didik sebagai bekal setelah mereka
lulus sekolah. Secara teknis pendidikan keterampilan diberikan pada siswa usia 14 -
18 tahun dengan program pendidikan Vocational atau program lanjutan ini anak
dilatih untuk mengembangkan ketrampilan bekerja sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuannya. Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, namun agar
anak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana.
Saat ini guru-guru yang
mengampu pendidikan keterampilan yang bertugas di sekolah khusus sangat kurang
jumlahnya sehingga guru kelas atau guru mata pelajaran ditugaskan juga untuk
mengajar keterampilan sehingga akan kurang focus dan kompetensinya pun kurang
dalam menguasai pembelajaran keterampilan. Untuk itu tugas kita bersama dalam
memperhatikan dan pengembangan sekolah khusus ke depan, diharapkan Dinas terkait
untuk concern mengenai ini. Pengembangan pendidikan khusus merupakan
tanggungjawab bersama, ada langkah-langkah yang perlu diambil sebagai kebijakan
Pemerintah Pusat dan Daerah bahu membahu bertanggungjawab mengembangkan
pendidikan khusus ke depannya. Ada program pemerintah dengan namanya penguasaan
kemampuan tambahan para guru pendidikan khusus maupun para guru regular dengan
mengikuti program pendidikan selama dua semester. Guru pendidikan khusus
diharapkan mengambil kompetensi tambahan bidang keterampilan bidang tataboga,
tatabusana, perbengkelan, seni musik, seni tari, computer, sablon, tata
kecantikan dan sebagainya, hal ini merupakan amanah undang-undang yang belum
terealisasi sepenuhnya. Guru regular juga diharapkan mengampu kependidikan
khusus dengan berbagai kompetensi bidang kekhususan yang sesuai dengan bidang
tugasnya di Sekolah Khusus.
Pendidikan inklusif yang saat
ini masih pro dan kontra menjadikan pendidikan khusus mengalami dinamika yang
signifikan berkembang tidak ada lagi sekat-sekat pembatas antara guru regular
dan guru pendidikan khusus, seorang guru mempunyai tanggungjawab yang sama
dalam mendidik anak pada umumnya maupun anak berkebutuhan khusus. Ke depannya
tantangan guru akan membentang luas permasalahan yang berkembang menjadi penentu
kemajuan pendidikan nasional, seorang guru mempunyai pemikiran yang dinamis dan
solutif dalam menghadapi permasalahan pendidikan.
Apapun masalah yang
dihadapi merupakan bagian dari perjalanan kehidupan pendidikan akan selalu
mempunyai masalah dalam upaya mencerdaskan anak bangsa dan memandirikan mereka.
Keberadaan anak berkebutuhan khusus merupakan amanah para orangtua, guru,
masyarakat dan pemerintah pemangku kebijakan, untuk itu peran bersama akan
memudahkan solusi permasalahan yang ada sekali lagi pendidikan keterampilan
merupakan nafas pada sekolah khusus dalam upaya memandirikan anak berkebutuhan
khusus, semoga dengan pengembangan pendidikan keterampilan akan menumbuhkan
kiprah anak berkebutuhan khusus di dalam masyarakat, mereka tidak lagi dipandang
sebelah mata dan terpinggirkan, mereka akan menjadi bagian pembangunan nasional
yang aktif.
Semoga bermanfaat.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar